Dalam pengarahannya Komandan Kodim 1307/Poso Letkol Inf Hasroel Tamin, S.H.,M.Hub.Int., menekankan masalah netralitas TNI menjelang Pemilu 2024 yang sebentar lagi memasuki masa kampanye.
"Netralitas TNI merupakan kehendak rakyat, yang mana netralitas TNI merupakan wujud nyata yang menunjukkan TNI benar-benar tidak akan masuk ke politik praktis", terang Dandim.
Oleh karena itu Dandim menegaskan kepada seluruh prajuritnya agar menjaga Netralitas tersebut dan tidak terlibat politik praktis sebagaimana yang diperintahkan oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M. dalam amanatnya pada upacara bendera 17-an hari ini.
Menjelang Tahapan Pemilu, yang mana di media sosial biasanya banyak bermunculan berita - berita tidak benar / berita Hoax, Dandim menghimbau agar jajarannya lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial tersebut dan tidak menjadi bagian dari pelaku penyebar berita hoax tersebut.
Ada lima penekanan Panglima TNI kepada seluruh prajurit dan keluarganya untuk Pemilu 2024.
Pertama, prajurit TNI tidak memihak dan tidak memberi dukungan kepada partai politik manapun beserta pasangan calon yang diusung, serta tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis.
Kedua, tidak memberikan fasilitas tempat atau sarana dan prasarana milik TNI kepada paslon dan parpol untuk digunakan sebagai sarana kampanye.
Ketiga, keluarga TNI yang memiliki hak pilih atau hak individu selaku warga negara, dilarang memberi arahan dalam menentukan hak pilih.
Penekanan keempat, tidak memberikan tanggapan atau komentar dan mengunggah apapun terhadap hasil quick count yang dikeluarkan oleh lembaga survei.
Kelima atau terakhir, menindak tegas prajurit TNI dan PNS yang terbukti terlihat politik praktis, memihak, dan memberikan dukungan partai politik beserta paslon yang diusung. (Pendim_1307)



0 Komentar