Kodim Poso, - Dandim 1307/Poso Hadiri kegiatan Pencanangan Sulteng Negeri 1000 Megalith, yang dibuka oleh Gubernur Sulteng, Bapak H. Rusdy Mastura bertempat di Lokasi Patung Megalith Desa Kolori, Kec. Lore Barat, Kab. Poso. (10/10/2023).
Hadir dalam acara tersebut Staf ahli Bio Reformasi,
Birokrasi dan Regulasi Menteri Pariwisata RI, Ibu Kurleni Ukar, Gubernur
Sulteng, Bapak H. Rusdy Mastura, Kapolda Sulteng, Irjen Pol Agus Nugroho, S.I.K.,S.H.,M.H.,
Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P.,M.Han., Kajati Prov.
Sulteng diwakili oleh Wakajati Prov. Sulteng, Dr. Emliwan Ridwan, S.H.,M.H., Danlanal
Palu, Letkol Laut (P) Agus Supriyo, S.E.,M.Tr.Hanla.,M.M. M. Tr. Opsla, Kadis
Pariwisata dan Kebudayaan Prov. Sulteng, Dra. Diah Agustiningsih, M.Pd., Kadis
Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Sulteng, Bapak Nelson Metubun, SP., Kadis
Bina Marga Prov. Sulteng, Dr. Hi. Faidul Keteng, S.T.,M.T., Para Asisten, Para
OPD PemProv. Sulteng, Para Bupati Se-Sulteng, Bupati Poso, dr. Verna Gladies
Merry Inkiriwang, Dandim 1307/ Poso, Letkol Inf Hasroel Tamin, S.H.,M.Hub.Int.,
Kapolres Poso, AKBP. Riski Fara Sandhy, S.I.K.,M.I.K.
Turut hadir juga Kajari Poso, Imam Sutopo, S.H.,M.H., Kepala
BNNK Kab. Poso, AKBP Kahar Musakir, S.H.,M.H., Danyonif 714/SM, Letkol Inf
Subekhi, Dandenzipur 15/SLM, Mayor Czi Atep Sandi, Danyon Brimob diwakili oleh
Wadanki Brimob Saojo, Ipda Faohahaudodo Buulolo, Para Anggota DPRD Poso, Para
Asisten, Para Kadis/Kabag/Kaban jajaran Pemda Kab. Poso, Para Wisatawan
mancanegara dan Domestik, Para Camat, para Kepala Desa, Tokoh Adat, Tokoh
agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat dan warga masyarakat se-Kec. Lore
bersaudara berjumlah ± 1500 orang.
Dalam sambutannya, Bupati Poso, dr. Verna Gladies Merry
Inkiriwang, menyampaikan bahwa, “Sebagaimana dipahami bersama bahwa NKRI
merupakan Negara yang memiliki berbagai macam kebudayaan dan ribuan cagar
budaya dari sabang sampai merauke, yang merupakan peninggalan dari Nenek moyang
kita.
Sulteng sebagai bagian dari Indonesia adalah Negara yang
kaya akan sejarah budaya dan keindahan alam memiliki potensi besar untuk
menjadi Destinasi wisata unggulan. Kita tidak hanya memiliki keindahan alam
yang luar biasa tetapi juga Megalith - Megalith yang merupakan warisan Nenek
moyang kita, batu raksasa yang terbesar di seluruh daerah kita adalah bukti nyata
dari kejayaan masa lalu. Mereka adalah saksi bisu peradaban yang pernah ada di
daerah ini dan kita wajib untuk menjaga dan memahami warisan ini yang menyimpan
cerita dan makna yang mendalam.
Kami selaku Pemda Poso mengucapkan terimakasih kepada bapak
Gubernur Sulteng atas perhatian yang begitu besar bagi kelestarian serius cagar
budaya di Kab. Poso sehingga menjadi ikon Pariwisata andalan Prov. Sulteng.
Pencanangan Sulteng Negeri seribu megalith tentunya bukan
hanya semata - mata sebuah acara seremonial dan ini adalah panggilan kita
semua, baik sebagai Pemerintah maupun sebagai masyarakat untuk bersatu dalam
upaya melestarikan Megalith ini bukan hanya tentang menjaga batu-batu tersebut
tetapi adat dan Megalith ini merupakan tentang menjaga nilai-nilai budaya dan
sejarah yang terkait dengannya.
Sementara itu, Gubernur Sulteng, Bapak H. Rusdy Mastura,
dalam sambutannya menyampaikan Pencanangan Sulawesi Tengah Negeri Seribu
Megalith tersebut menjadi satu upaya pemerintah dalam meningkatkan fiskal
daerah, demi mengoptimalkan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,
serta mempromosikan pariwisata.
Memberikan Apresiasi kepada Majelis Hondo tampo behoa
Majelis Hondo tampo Pekurehua dan Tuana Mahile Roro Bada beserta seluruh
Pemerintah Kab. Poso, Pemerintah Desa serta masyarakat adat yang konsisten
menjadi situs cagar budaya ini sebagai upaya pelestarian nilai-nilai budaya
daerah secara turun temurun hingga tetap lestari sampai sekarang ini.
Sulteng memiliki jejak peradaban prasejarah berusia ribuan
tahun yang berpusat di dua Kabupaten yakni Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi.
Patung Palindo, arca menhir, kuburan batu dan sejumlah
benda terbuat dari batu, banyak ditemukan arkeolog di kedua kabupaten itu.
Penemuan ini menandakan peradaban nenek moyang kita, sudah maju dan berkembang.
Jadi tugas kita untuk melestarikan dan mengangkat warisan ini.
Pencanangan akan membangun infastruktur jalan dan jembatan
menuju lokasi - lokasi cagar budaya yang ada di Kabupaten Poso dan Kabupaten
Sigi. Pembangunan infastruktur itu juga diikutkan dengan pembangunan sarana
kepariwisataan untuk menopang pengembangan cagar budaya sebagai destinasi
wisata.


0 Komentar