Kodim Poso, - Babinsa Koramil 1307-11/Pamona Selatan, menghadiri Kegiatan Pembukaan HUT Bapak GKST yang ke-55 Tahun, Klasis Pamona Selatan, dengan Tema “Saling Menopang dan Mengasihi sebagai Mitra Allah” bertempat di Gereja Hosana Panjo, Desa Panjo, Kec. Pamona Selatan, Kab. Poso. Kamis (09/11/2023).

Dalam sambutan Bupati Poso yang dibacakan oleh Asisten 1, Bapak Markus Wutabisu, S.H.,M.M., yang sekaligus membuka perayaan Hari ulang tahun persekutuan bapak GKST ke-55 tahun 2023 menyampaikan, Selaku umat yang beriman dan takwa kepada tuhan yang maha esa, tak henti-hentinya saya mengajak kepada kita semua untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat tuhan yang maha kuasa karena kasih karunianya yang telah diberikan kepada kita semua, sehingga pada saat ini kita dapat hadir bersama dalam suka cita pembukaan perayaan Hari ulang tahun persekutuan bapak gkst ke-55 tahun 2023 di klasis pamona selatan.

Kita berkumpul di sini untuk merayakan momen istimewa dalam sejarah persekutuan bapak GKST, pada hari ini anggota persekutuan bapak gereja dari seluruh wilayah klasis pamona selatan menjadi satu tubuh kristus, bersama sama melaksanakan pengembangan talenta dan kreativitas yang tentu nantinya akan di persembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Menghadapi keadaan dunia yang penuh ketidakpastian sekarang ini, kita diperhadapkan dengan berbagai macam situasi yang sulit seperti situasi keamanan dan perekonomian dunia yang tidak stabil akibat perang rusia-ukraina, perang israel-palestina, bencana kekeringan dan sering terjadi kebakaran akibat kemarau panjang, inflasi yang tidak terkendali, harga jual hasil pertanian dan perkebunan anjlok, yang mengakibatkan perlambatan ekonomi baik pusat maupun daerah. Situasi yang demikian akan membuat kita cenderung mengeluh. Untuk itu, sikap positif menghadapi persoalan dan pergumulan hidup adalah satu tujuan utama yang perlu ditingkatkan dalam lingkungan bergereja dan bermasyarakat.

Perayaan hari ulang tahun persekutuan Bapak GKST memberikan kesempatan kepada kita semua untuk berkumpul, bertukar pikiran, serta membahas isu-isu yang relevan dengan masa depan. Saya percaya melalui pertemuan ini, bapak bapak dapat membangun pondasi yang kokoh untuk menghadapi tantangan dan peluang di masa yang akan datang. Acara ini juga menjadi wadah untuk menginspirasi dan mendorong kita semua untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Saya berharap kegiatan ini dapat membangkitkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan jiwa kepekaan di antara para peserta, sehingga mereka dapat menjadi saluran berkat tuhan yang membawa dampak positif bagi komunitas tempat tinggal masing - masing.

Perjalanan panjang ini tidak hanya mencerminkan ketekunan dan kerja keras, tetapi juga semangat solidaritas dan persatuan yang mengikat persekutuan. Selama 55 tahun ini, persekutuan bapak gkst telah berperan penting dalam mendorong perkembangan sosial, keagamaan, dan budaya di Kabupaten Poso. GKST telah menjadi pusat berbagai kegiatan positif yang memberikan kontribusi besar bagi prkembangan masyarakat.

Dalam Kesempatan tersebut juga, Babinsa 1307-11/Pamsel, Sertu Alfrian D'jeo menyampaikan bahwa, dirinya sebagai Babinsa akan selalu aktif untuk melakukan pengamanan dalam setiap kegiatan di wilayah, baik itu kegiatan pemerintahan maupun keagamaan.

Babinsa akan selalu aktif memberikan pengamanan di wilayah, sehingga kegiatan berjalan dengan aman dan lancar sesuai perencanaan," tegas Babinsa.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati poso diwakili oleh Asisten 1 Pemda Kab. Poso, Bapak Markus Wutabisu, S.H., M.H, Anggota DPRD Provinsi Sulteng, Ibu Elen Pelealu, S.E., Camat Pamona Selatan, Drs. Yan Pemani, M.M., Camat Pamona Tenggara, A. Boroallo, S.H., Kapolsek Pamona Selatan diwakili Wakapolsek Pamona Selatan, Iptu Lukas. S., Danramil 1307-11/Pamona Selatan diwakili Babinsa 1307-11/Pamsel, Sertu Alfrian D'jeo, Pendeta Klasis Pamona selatan, Pdt. Ibu M.A.Ganta, S.Th., Ketua Bapak Klasis, Pdt. Hartoyo Mauru, S.Pak., Para Pendeta, Pengurus Bapak Beserta Bapak Jema'at Se Klasis Pamona Selatan Tenggara ± 300 orang.