P O S O — Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kodim 1307/Poso menggelar rapat koordinasi lintas instansi di Mess Kodim 1307/Poso, Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Kasintuwu, Kecamatan Poso Kota Utara, Kabupaten Poso, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 14.30 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 1307/Poso Letkol Arm Edi Yulian Budiargo, S.Sos., M.Han., dan dihadiri unsur TNI, Polri, Brimob, BPBD, Damkar, Polhut serta BMKG Kabupaten Poso.
Dalam sambutannya, Dandim 1307/Poso menegaskan bahwa Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, perekonomian, aktivitas sosial, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Wilayah Kabupaten Poso memiliki kawasan hutan dan lahan yang cukup luas. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesiapsiagaan yang baik, terutama dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat terjadi akibat faktor cuaca, kondisi lahan yang kering, maupun aktivitas manusia," tegasnya.
Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas. Deteksi dini, patroli, sosialisasi kepada masyarakat, serta koordinasi antarlembaga perlu dilakukan secara berkesinambungan agar potensi Karhutla dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.
Rapat koordinasi tersebut juga menjadi momentum untuk menyatukan persepsi, memetakan wilayah rawan Karhutla, mengevaluasi kesiapan personel dan sarana prasarana, serta menyusun mekanisme komunikasi yang efektif dalam menghadapi kejadian di lapangan.
Dalam sesi diskusi, sejumlah langkah strategis disepakati, di antaranya rencana pelaksanaan latihan bersama berupa simulasi penanggulangan kebakaran serta pembentukan grup komunikasi WhatsApp yang melibatkan instansi terkait untuk mempercepat penyampaian informasi dan koordinasi ketika terjadi Karhutla.
Selain itu, dibahas pula rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang selanjutnya akan dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Poso.
Sejumlah kendala di lapangan turut menjadi perhatian. Salah satunya adalah akses jalan yang sulit menuju lokasi Karhutla, khususnya apabila kebakaran terjadi di kawasan pegunungan. Untuk mengatasi kendala tersebut, diusulkan agar Pemerintah Daerah dapat mendukung pengadaan mesin semprot gendong yang lebih mudah dibawa menuju lokasi sulit dijangkau kendaraan.
Melalui rapat koordinasi ini, Kodim 1307/Poso bersama seluruh unsur terkait berkomitmen memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Karhutla. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat respons di lapangan sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.



0 Komentar