P O S O – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan secara bersama-sama oleh TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat. Kali ini, Karhutla terjadi di wilayah Desa Silanca, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sabtu (19/9/2026).
Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WITA pada kawasan lahan dan hutan di sekitar Desa Silanca. Kondisi cuaca yang panas disertai hembusan angin kencang membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah titik, termasuk mengarah ke kawasan perkebunan masyarakat.
Mendapat informasi tersebut, personel Koramil 1307-01/Poso Kota bersama tim gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api. Dalam penanganan Karhutla tersebut, turut terlibat personel Kodim 1307/Poso sebanyak 7 orang, Yonif 714/SM 6 orang, Denzipur 12/SLM 12 orang, Polsek 3 orang, Bhabinkamtibmas 1 orang, Damkar Pemda 6 orang, Masyarakat Peduli Api 20 orang serta sekitar 40 orang masyarakat setempat.
Tim gabungan mengerahkan sejumlah kendaraan pemadam, di antaranya masing-masing satu unit kendaraan pemadam dari Kodim, Yonif 714/SM, Denzipur 12/SLM dan Damkar Pemda. Selain itu, 13 unit pompa punggung turut digunakan untuk mendukung pemadaman di titik-titik yang sulit dijangkau kendaraan.
Berkat sinergi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, sebagian api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.50 WITA. Petugas kemudian melanjutkan upaya pengendalian untuk mencegah api kembali merambat ke wilayah perkebunan dan lahan lainnya.
Akibat kejadian tersebut, diperkirakan sekitar 4 hektare lahan terbakar, dengan kurang lebih 1 hektare merupakan lahan perkebunan masyarakat. Sementara itu, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Koramil 1307-01/Poso Kota bersama tim gabungan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.



0 Komentar