P O S O – Komandan Kodim (Dandim) 1307/Poso, Letkol Arm Edi Yulian Budiargo, S.Sos., M.Han., memimpin langsung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kembali terjadi di wilayah Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Minggu (13/9/2026).
Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 WITA. Sekitar pukul 10.50 WITA, kobaran api kembali membesar di kawasan lahan dan hutan yang sebelumnya telah dilakukan pemadaman hingga pukul 03.45 WITA dini hari.
Diduga masih terdapat bara api di bagian bawah lahan yang belum sepenuhnya padam. Kondisi cuaca yang panas disertai hembusan angin cukup kencang menyebabkan bara tersebut kembali menyala, sehingga api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah titik.
Pergerakan api kemudian mengarah ke kawasan SMAN 1 Pamona Selatan. Jarak antara lahan yang terbakar dengan bangunan sekolah yang relatif dekat menyebabkan api menjalar hingga mengenai bangunan sekolah. Akibat kejadian tersebut, 4 gedung sekolah yang terdiri dari 10 ruang belajar terbakar.
Mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, Dandim 1307/Poso langsung turun ke lokasi dan memimpin koordinasi serta upaya pemadaman bersama personel TNI, Polri, pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, PMI, dan masyarakat.
“Prioritas utama adalah mencegah api semakin meluas, memastikan keselamatan masyarakat, serta mengamankan objek-objek vital yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Seluruh unsur harus bergerak bersama dan melaksanakan pemadaman secara terpadu,” tegas Dandim di lokasi.
Dalam penanganan Karhutla tersebut, personel gabungan yang terlibat terdiri dari 25 personel Babinsa Kodim 1307/Poso, 9 personel Yonif 714/SM, 20 personel Bhabinkamtibmas, 8 personel Brimob, 15 personel Damkar Pemda, 15 personel BPBD, 5 personel Manggala Agni, 15 personel PMI, serta sekitar 250 masyarakat setempat.
Untuk mendukung proses pemadaman, dikerahkan sejumlah kendaraan dan peralatan pemadam, antara lain 1 unit Damkar Kodim 1307/Poso, 2 unit Damkar Yonif 714/SM, 1 unit Damkar Denzipur 15/SLM, 2 unit Damkar Pemda, 1 unit Damkar BPBD, 1 unit water cannon Brimob, serta 1 unit Damkar PT SJA.
Selain kendaraan pemadam, petugas juga menggunakan 70 unit pompa punggung, 10 unit pompa Alkon, dan 10 buah tandon air untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses kendaraan.
Dandim 1307/Poso mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dan masyarakat yang bersama-sama berupaya mengendalikan kebakaran.
“Penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan sinergi seluruh pihak. Saya mengajak seluruh personel dan masyarakat untuk tetap waspada karena kondisi cuaca panas dan angin kencang dapat menyebabkan api kembali menyebar,” ujar Dandim.
Berdasarkan hasil pemantauan satelit NASA FIRMS (Fire Information for Resource Management System) dari Dinas Kehutanan Kab. Poso, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai ±547 hektare. Area tersebut meliputi lahan perkebunan, belukar, dan lahan milik warga.
Selain dampak terhadap lahan, kebakaran juga mengakibatkan 4 gedung SMAN 1 Pamona Selatan yang terdiri dari 10 ruang belajar terbakar. Sementara itu, kerugian materiel lainnya, termasuk material yang berada di dalam ruang kelas, masih dalam proses pendataan dan belum dapat diperkirakan.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Hingga berita ini diterbitkan, personel gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman, pendinginan, dan penyisiran di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali membesar dan meluas serta mengancam wilayah permukiman maupun fasilitas umum di sekitar lokasi.
Dandim 1307/Poso juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.(Pendim_1307)






0 Komentar