P O S O – Personel TNI, Polri, Brimob, pemadam kebakaran, serta masyarakat bersinergi melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Minggu (13/9/2026).
Kebakaran pertama kali diketahui pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 16.40 WITA. Api membakar lahan kosong dengan luas kurang lebih 18 hektare. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Babinsa Koramil 1307-11/Pendolo, Serda Mukrim, yang menerima informasi dari masyarakat segera melaporkan kejadian tersebut kepada Danramil. Selanjutnya, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas, personel Brimob, dan masyarakat bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman secara manual menggunakan pompa punggung serta peralatan sederhana.
Dalam proses pemadaman, personel gabungan menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan serta tiupan angin yang cukup kencang. Mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kecamatan Pamona Selatan yang tiba sekitar pukul 17.00 WITA belum dapat menjangkau titik api secara langsung.
Upaya pemadaman kemudian diperkuat dengan kedatangan dua unit mobil pemadam, masing-masing dari Damkar Kabupaten Poso dan PT SJA, sekitar pukul 00.00 WITA. Dengan dukungan personel gabungan dan masyarakat, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.45 WITA.
Namun, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10.50 WITA, titik api kembali muncul di lahan yang sebelumnya telah dipadamkan. Kondisi cuaca yang panas disertai hembusan angin cukup kencang menyebabkan api kembali membesar dan merambat ke sejumlah titik, termasuk ke arah kawasan SMAN 1 Pamona Selatan.
Jarak antara lahan yang terbakar dengan bangunan sekolah yang relatif dekat menyebabkan api dengan cepat menjalar ke kawasan sekolah. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 4 gedung SMAN 1 Pamona Selatan yang terdiri dari 10 ruang belajar terbakar.
Penanganan kebakaran melibatkan sekitar 250 personel gabungan, terdiri dari personel Kodim 1307/Poso, Yonif 714/SM, Denzipur 15/SLM, Polres Poso, Brimob, pemadam kebakaran, serta masyarakat.
Dalam upaya pemadaman, dikerahkan berbagai sarana dan peralatan, yakni 1 unit Damkar Kodim 1307/Poso, 2 unit Damkar Yonif 714/SM, 1 unit Damkar Denzipur 15/SLM, 2 unit Damkar Kabupaten Poso, 1 unit mobil Damkar PT SJA, 1 unit mobil water cannon Brimob, 35 unit pompa punggung, serta 4 unit pompa Alkon.
Hingga berita ini diterbitkan, personel gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api yang kembali meluas. Petugas juga terus melakukan penyisiran dan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar guna mencegah api semakin meluas.
Berdasarkan hasil pemantauan satelit NASA FIRMS (Fire Information for Resource Management System), yang disampaikan oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Poso, Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai 547 hektare, area tersebut meliputi lahan perkebunan, belukar, dan lahan milik warga.
Komandan Kodim 1307/Poso, Letkol Arm Edi Yulian Budiargo, S.Sos., M.Han., terus mendorong peningkatan koordinasi dan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.
“Sinergi dan kecepatan dalam penanganan sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas. Karena itu, seluruh unsur harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama terhadap potensi munculnya kembali titik api,” ujar Dandim.
Dandim juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar.
“Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sehingga tidak meluas ke lahan perkebunan, fasilitas umum, maupun permukiman warga,” pungkasnya (Pendim_1307)




0 Komentar