P O S O – Komandan Kodim (Dandim) 1307/Poso, Letkol Arm Edi Yulian Budiargo, S.Sos.,M.Han., memberikan pemahaman kepada masyarakat petani/penggarap yang terdampak pembangunan Rindam XXIII/Palaka Wira melalui kegiatan sosialisasi dan diskusi bersama pihak terkait di lokasi pembangunan, Perkampungan Malei, Desa Maholo, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.40 WITA tersebut menjadi sarana komunikasi dan dialog untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan pembangunan Rindam XXIII/Palaka Wira, sekaligus memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai hal-hal yang perlu mendapat perhatian bersama.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Kasi Intel Korem 132/Tadulako (Letkol Arh Priyoni Palebangan, S.I.P)., Kepala Badan Bank Tanah Sulawesi Tengah (Mahendra Wahyu), Staf Ahli Badan Bank Tanah (Brigjen TNI Purn. Rakimin), anggota Komnas HAM Provinsi Sulawesi Tengah, unsur lembaga adat, Kepala Desa Winowanga, Ketua BPD Desa Watutau, serta masyarakat petani/penggarap yang terdampak pembangunan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Desa Winowanga, dilanjutkan sambutan Dandim 1307/Poso dan Staf Ahli Badan Bank Tanah Brigjen TNI (Purn) Rakimin.
Selanjutnya, Kepala Badan Bank Tanah Sulawesi Tengah Mahendra Wahyu memberikan penjelasan mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah serta ketentuan terkait sertifikat tanah sebagaimana tercantum dalam Pasal 41.
Selain itu, disampaikan pula penjelasan mengenai sejarah tanah adat hingga masuknya PT Hasfarm. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab guna memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta aspirasi terkait pembangunan Rindam XXIII/Palaka Wira.
Sejumlah persoalan menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, di antaranya keberadaan kebun milik warga di area pembangunan, perumahan masyarakat di sekitar lokasi, pendataan lahan perkebunan dan tanaman milik warga, serta keberadaan makam atau kuburan leluhur yang berada di sekitar lokasi pembangunan.
Dalam diskusi tersebut, masyarakat petani/penggarap menyampaikan dukungan terhadap pembangunan Rindam XXIII/Palaka Wira. Meski demikian, mereka berharap agar kepentingan masyarakat yang terdampak tetap menjadi perhatian, khususnya terkait prioritas penggantian lahan bagi para penggarap serta prioritas dan kemudahan bagi anak-anak mereka untuk mendaftar menjadi prajurit TNI.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dandim 1307/Poso bersama pihak terkait membuka ruang komunikasi dan dialog agar berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat dapat dibahas secara terbuka.
Pendataan lahan, tanaman, permukiman, dan makam leluhur menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian serta tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan membangun kesepahaman antara pihak terkait dengan masyarakat, sehingga proses pembangunan Rindam XXIII/Palaka Wira dapat berjalan dengan tetap memperhatikan aspirasi serta kepentingan warga yang terdampak.





0 Komentar